Viral Balita Selamat setelah 2 Minggu Hanyut di Lumpur saat Gempa Palu, Ini Fakta Sebenarnya!

Viral Toddlers Survived after 2 Weeks Drifting in Mud during the Palu Earthquake, These are the Real Facts!
Amazon Prime is a paid subscription service offered by Amazon that gives users access to free two-day delivery (one-day in some areas), streaming music and video, and other benefits for a monthly or yearly fee. In April 2018, Amazon reported that Prime had more than 100 million subscribers worldwide.In 2005, Amazon announced the creation of Amazon Prime, a membership service offering free two-day shipping within the contiguous United States on all eligible purchases for a flat annual fee of $79 (equivalent to $99 in 2017),and discounted one-day shipping rates.Amazon launched the program in Germany, Japan, and the United Kingdom in 2007; in France (as "Amazon Premium") in 2008, in Italy in 2011, in Canada in 2013,in India in July 2016 and in Mexico in March 2017.Amazon Prime membership in Australia, Canada, Germany, the United Kingdom, India and the United States also provides Amazon Video,[8] the instant streaming of selected films and TV programs at no additional cost.In November 2011, it was announced that Prime members had access to the Kindle Owners’ Lending Library, which allows users to borrow up to one a month of specified popular Kindle e-books.[10] People with an email address at an academic domain such as .edu or .ac.uk, typically students, are eligible for Prime Student privileges, including discounts on Prime membership


Beberapa waktu lalu video balita selamat dari gempa dan tsunami di Palu viral di media sosial.

Dikabarkan, balita tersebut ditemukan pada Sabtu (13/10/2018) di Perumnas Balaroa, Palu.

Dilansir dari Instagram @makassar_iinfo, balita tersebut dikabarkan bertahan hidup selama dua minggu di genangan lumpur.

"Dari tanggan 28 September lalu pascagempa, anak ini bertahan hidup selama 2 minggu digenangan lumpur sampai akhirnya anak ini mengeluarkan suara tangisan di malam hari dan ditemukan oleh warga dengan selamat," tulis akun @makassar_iinfo pada Rabu (17/10/2018).

Namun, satu hari kemudian, akun tersebut membuat klarifikasi mengenai kebenaran dari berita tersebut.

Akun @makassar_iinfo melansir pernyataan pemilik video balita yang viral tersebut.

Ternyata, balita tersebut tidak ditemukan oleh warga pada Sabtu (13/10/2018) melainkan pada malam pertama gempa terjadi di Palu yaitu hari Jumat (28/9/2018).

"Penemuan anak ini ditemukan malam pertama di Desa Langaleso yang hanyut dari Desa Jono Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan ditemukan oleh warga Langaleso 28 September 2018. Bukan di daerah Petobo maupun Perumnas Balaroa," tulis akun @makassar_iinfo pada Kamis (18/10/2018).



Dalam unggahan @makassar_iinfo, disertakan pula pernyataan dari pemilik video balita tersebut.

Dan mohon maaf ini video saya sendiri yang ambil. Kemudian video ini bukan kejadian di daerah Petobo dan bukan di daerah Balaroa apalagi ada yang posting 2 minggu tertanam lumpur dan masih hidup.

Yang jelasnya balita ini didapat di daerah desa Langaleso," tulis akun Moh Ujhank Pradisty Pradisstyy.

Menurut keterangan akun @makassar_iinfo, balita tersebut ternyata dibawa oleh lumpur pada malam pertama Gempa terjadi di Palu bersama ibunya.

Dikabarkan, bayi dan ibunya selamat dari bencana likuefaksi tersebut.

Keduanya ditemukan oleh warga Desa Langaleso bersama rekan-rekan dari majelis ziarah.

Tak hanya balita dan ibunya itu saja, warga juga membantu seratus lebih korban gempa yang terbawa lumpur.

Proses evakuasi itu disebut berlangsung dari malam hingga pagi hanya dengan alat seadanya seperti senter dan tali untuk mengikat tubuh korban agar bisa menyebrangi lumpur yang cukup dalam.





Sumber : Tribun.video.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Ini Tiba-Tiba Lumpuh Karena Tiap Sebelum Tidur Melakukan Kebiasaan Ini, Hindarilah!

Ibu Paruh Baya Tewas Dianiaya Perempuan Gangguan Jiwa di Bekasi